Senin, 09 Juli 2007

Misteri Candi Rancaekek di Bojongmenje

sumber: Koran Tempo

Candi itu ditemukan Edi Djunaedi, 58 tahun bersama Ahmad, Dedi, dan Dadi, warga Kampung Bojongmenje, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung Minggu (18/agt/2002).

Ketika itu, mereka sedang meratakan tanah yang sebagian diantaranya menjadi pekuburan umum. Saat itulah, cangkul Edi terantuk sebuah benda keras. Setelah digali, ternyata batu hitam persegi panjang berukuran sekitar 60 X 20 centimeter. Ada sesuatu yang mencurigakan mereka memanggil warga lainnya. Penggalian dilanjutkan lagi dengan melibatkan warga sekitar.

Setelah mencapai kedalaman 1,5 meter, panjang 4 meter dan lebar 3 meter muncullah sesuatu yang sama sekali tidak mereka duga. Sebuah tumppukan batu yang mirip canding berbentuk bulat dengan diameter sekitar 8 sampai 10 meter.


Penemuan ini sampai ke Balai Arkeologi Bandung. Kepala Balai Arkeologi Bandung, Toni Djubiantono, yang datang ke sana, memperkirakan itu adalah sepotong bagian candi Hindu karena berdasarkan sejarah agama Hindu sangat dominan di Jawa Barat. Selain itu secara fisik bentuk bangunan itu menyerupai Candi Dieng. Seperti apa bentuknya ia belum bisa memastikan. "Karena yang ditemukan warga hanya kaki candi," kata Toni.

Toni memperkirakan candi itu merupakan peninggalan Kerajaan Sunda yang dibangun sekitar abad VII. Salah satu cirinya, ujarnya, di tumpukan batu tidak ditemukan relief. Toni memperkirakan umur candi tersebut lebih tua dari Candi Borobudur yang dibuat abad IX. "Ditemukannya candi itu akan memberikan arti penting untuk mengungkap rangkaian sejarah tanah Sunda," ujarnya.

Menurut Toni selama ini ada bagian yang hilang dari sejarah Jawa Barat. Setelah Kerajaan Tarumanegara di abad II, sejarah kerajaan Sunda terputus. Lalu, pada abad XIII muncul Kerajaan Galuh, Kerajaan Pakuan Padjadjaran, dan Kerajaan Sunda Banten "Dengan demikian ada sejarah yang hilang selama 11 abad," ujar Toni. Menurut Toni ada prasasti yang isinya menyerukan semangat untuk mengembalikan kerajaan Sunda. Namanya Prasati Kebon Kopi. "Di situ tertera, Mari Kita Kembalikan kerajaan Sunda," ujarnya. Karena itu, Toni berharap candi Rancaekek dapat mengungkap keberadaan Kerajaan Sunda pada Abad VII. "Dengan demikian sedikit demi sedikit rangkaian yang putus bisa sambung," jelas Toni.

Rencananya, mulai September Balai Arkeologi akan melakukan penggalian terhadap candi Rancaekek. Diperkitakan ada lebih dari satu candi, karena diduga candi itu sebagai tempat pemujaan.

Dugaan Toni diperkuat keterangan penduduk setempat. Oyong Tarya, 65 tahun kepada Tempo News Room mengatakan, di sekitar area itu dulu pernah ditemukan arca. Oyong mengaku pernah melihat lima arca ditambah sebuah meja batu berukuran 2 x 1 meter persegi yang ditemukan di daerahnya itu.

Menurut Oyong arca-arca itu berbentuk kodok, manusia, wayang, dan parang. Arca itu rata-rata berdiameter 60 centimeter dengan tinggi antara 70 centimeter hingga 1 meter. "Semua terbuat dari batu hitam," ujarnya.

Toni sendiri memperkirakan arca yang pernah dilihat Oyong adalah bagian dari candi yang ditemukan warga Rancaekek. "Mungkin arca-arca itu bagian atas dari candi itu," kata Toni. Jika benar, Toni memperkirakan kawasan candi itu mencapai tiga hektare.

rinny srihartini

Tidak ada komentar: