Kamis, 05 Juli 2007

Lenyapnya Kerajaan Pakuan Lama

Kisah otentik dan langka tentang lenyapnya kota Pakuan lama (Hindu Pajajaran).
Setelah Kerajaan Galuh (sebelah Timur Pajajaran) jatuh ke kesultanan Cirebon, akhirnya Kerajaan Sunda yang tersisa hanyalah Pakuan (Barat Pajajaran) di Bogor.

Pada akhirnya, kerajaan terakhir dari Sunda inipun tidak dapat menghalangi kekuatan angkatan perang Islam dari Barat, yaitu kesultanan Banten.

Setelah melewati pertarungan yang dashyat, dalam beberapa minggu pertempuran akhirnya Istana Pakuan di Bogor berhasil dikuasai (1568, setahun sebelum meninggalnya Sunang Gunung Jati).

Rajanya, yang merupakan cucu dari Raja Siliwangi yang terkenal dan juga seluruh keluarganya harus memeluk Islam sebagai agamanya, dan memberikan kekuasaan untuk melanjutkan kerajaan dibawah pemerintahan Kesultanan Banten.


Bisakah Cuci Darah Dihindari?

HEMODIALISIS (HD) atau cuci darah melalui mesin sudah dilakukan sejak tahun 1960-an. Biasanya, HD dijalankan secara tim dengan dikoordinasi oleh dokter konsultan nefrologi /ginjal. Di dalamnya juga termasuk perawat, teknisi, ahli gizi, pekerja sosial, psikolog, rohaniwan dan yang terpenting pasien sendiri dan keluarganya.

Dengan memahami prosedur HD maka diharapkan dapat dicapai hasil terbaik dan pasien dapat menjalani kehidupan yang aktif dengan kualitas hidup yang baik.

Bila seseorang sudah dalam kondisi Gagal Ginjal Tahap Akhir, fungsi ginjal hanya sekitar lima persen atau kurang, maka berbagai bahan ”sampah” (waste product) tidak dapat dibersihkan dengan baik.

Sampah diproduksi tubuh secara kontinu setiap saat, sehingga terjadi penumpukan sampah dan bahan-bahan lain sehingga bersifat racun dan berbahaya bagi pasien. Karenanya prosedur HD perlu dijalankan secara teratur 2-3 kali seminggu selama 4-5 jam (total 10-15 jam per minggu) sehingga terjadi pembersihan sampah-sampah secara kontinu dan terjadi keseimbangan bahan-bahan penting seperti elektrolit Kalium, Natrium serta cairan.


Cuci Darah: Terjadi pembengkakan di tempat cimino, Infeksi atau ada sebab lain?

Yang dimaksud dengan pembengkakan sebaiknya diklarifikasi dulu. Bila berkaitan dengan cimino, pembengkakan ini dapat diakibatkan oleh pembuluh darah yang mengeras (sclerosis) yang berakibat pada mampetnya (matinya) aliran darah.

Pembengkakan ini bisa berupa benjolan yang lunak akibat pelebaran pembuluh darah, biasanya berdenyut, bila ditekan seperti balon. Pembesaran/ pelebaran cimino ini adalah akibat karena sering ditusuk.

Pembengkakan bisa berupa suatu benjolan berbentuk mirip kelereng dengan kulit tipis. Pada keadaan ini, apabila benjolan pecah / meletus, darah dapat muncrat keluar dalam aliran yang sangat deras, sehingga darah banyak hilang. Hal ini berbahaya. Oleh sebab itu, bila terjadi pembengkakan sebaiknya konsutasilah pada dokter anda. Tetapi bila terlanjur pecah, segera tekan dengan jari atau telapak tangan dengan dilandasi atau ditutup dengan kain bersih (sudah dicuci). Lalu segeralah ke rumah sakit / UGD terdekat.

Selain karena pengerasan pembuluh darah, pembengkakan dapat juga disebabkan oleh infeksi. Tanda-tandanya adalah memerah, sakit nyeri, bila daerah tersebut diraba terasa panas, dengan atau tanpa benjolan di sepanjang daerah. Terapinya jelas berbeda dengan pembengkakan akibat sclerosis. Dalam hal ini, tempat menusuk jarum saat HD harus pindah. Biasanya untuk terapi diberi obat antibiotika serta kompres bila perlu. Keterangan lebih lanjut, hubungi dokter anda

Dr. H. Pudji R, SpPD-KGH