Kita tidak sendiri
Mungkin kita baru dinyatakan HIV-positif atau terinfeksi HIV, sudah mengetahui sejak lama, atau kenal dekat dengan seseorang yang terinfeksi HIV atau AIDS. Semua ini berarti kita hidup dengan HIV. Bisa jadi hal ini adalah kesulitan terbesar yang kita alami dalam hidup. Mesti bagaimana sekarang? Yang penting kita mengetahui kita tidak sendirian.
Halaman ini ditulis oleh orang yang juga hidup dengan HIV untuk membagi harapan dengan teman sebaya. Pada awalnya, mungkin isi buku ini terlihat rumit. Tidak perlu terburu-buru. Lambat laun pengertian itu akan kita dapatkan. Tidak ada cara tertentu untuk hidup dengan HIV. Kita akan menjalani dengan cara kita sendiri.
Harapan kami halaman ini dapat membantu teman-teman memahami apa arti hidup dengan HIV.
Halaman ini adalah sebuah perkenalan agar kita dapat mulai bertindak lebih positif dan dapat mengambil keputusan tentang bagaimana kita dapat menjaga diri dan kesehatan sebaik-baiknya.Saya tidak kehilangan martabat saya sebagai manusia hanya karena saya terinfeksi HIV. Saya bangga atas diri saya sendiri, atas usaha saya menghadapi hidup sebaik kemampuan saya. Saya sayang pada diri saya sendiri, dan tidak perlu ada rasa malu atau rasa bersalah yang mengikat langkah saya. Dan bagi saya, jika saya meninggal karena HIV, bukan berarti saya lebih hina dari pada orang yang meninggal karena sakit jantung atau kanker atau yang lainnya.
Suzana Murni, pendiri Spiritia
Rabu, 15 April 2009
Selasa, 09 Desember 2008
Pengobatan Regeneratif dengan Sel Induk (STEM CELL)
Kamis,31 Januari 2008 08:58
Sel induk (stem cell) kini digunakan untuk pengobatan penyakit degeneratif, yang prinsip kerjanya meregenerasi sel-sel yang terdegenerasi.
Sebagian besar penelitian yang dilakukan untuk menemukan terapi terbaik penyembuhan penyakit degeneratif dewasa ini mengarah pada penggunaan sel induk (stem cell). Pemanfaatan sel induk ini disebut terapi regeneratif, karena pengobatan macam ini punya sifat menyelamatkan manusia dari kematian akibat suatu penyakit degeneratif, semisal diabetes, alzheimer dan jantung. Pengobatan regeneratif membantu proses penyembuhan alami lebih cepat. Bisa juga dengan menggunakan materi tertentu yang bermanfaat dalam menumbuhkan kembali jaringan yang hilang atau rusak akibat penyakit degeneratif.
Karena sifat penyembuhannya bisa mencegah kematian seseorang akibat penyakit degeneratif yang disebabkan faktor usia, maka pengobatan regeneratif disebut sebagai terapi perpanjangan usia. Hasilnya berupa perbaikan beberapa kerusakan organ akibat bertambahnya usia. Begitu juga dengan sel induk yang kemudian jadi penemuan mutakhir dalam menambah p¬riode usia sehat seseorang. Bagaimana pun, benar apa yang dikatakan Prof Dr dr A Harryanto Reksodiputro, SpPD, KHOM, bahwa sel induk bukanlah usaha membawa manusia menuju keabadian.
Sel induk (stem cell) kini digunakan untuk pengobatan penyakit degeneratif, yang prinsip kerjanya meregenerasi sel-sel yang terdegenerasi.
Sebagian besar penelitian yang dilakukan untuk menemukan terapi terbaik penyembuhan penyakit degeneratif dewasa ini mengarah pada penggunaan sel induk (stem cell). Pemanfaatan sel induk ini disebut terapi regeneratif, karena pengobatan macam ini punya sifat menyelamatkan manusia dari kematian akibat suatu penyakit degeneratif, semisal diabetes, alzheimer dan jantung. Pengobatan regeneratif membantu proses penyembuhan alami lebih cepat. Bisa juga dengan menggunakan materi tertentu yang bermanfaat dalam menumbuhkan kembali jaringan yang hilang atau rusak akibat penyakit degeneratif.
Karena sifat penyembuhannya bisa mencegah kematian seseorang akibat penyakit degeneratif yang disebabkan faktor usia, maka pengobatan regeneratif disebut sebagai terapi perpanjangan usia. Hasilnya berupa perbaikan beberapa kerusakan organ akibat bertambahnya usia. Begitu juga dengan sel induk yang kemudian jadi penemuan mutakhir dalam menambah p¬riode usia sehat seseorang. Bagaimana pun, benar apa yang dikatakan Prof Dr dr A Harryanto Reksodiputro, SpPD, KHOM, bahwa sel induk bukanlah usaha membawa manusia menuju keabadian.
Teknologi Stem Cell, Cara Baru Obati Penyakit Stroke, Jantung dan Diabetes
Ilmuwan bioteknologi kini tengah mengembangkan pemanfataan stem cell (sel punca) sebagai salah satu cara untuk untuk mengobati berbagai penyakit yang dianggap tidak mudah disembuhkan seperti penyakit stroke, jantung diabetes dan sebagainya. Menurut Dr Arief Budi Witarto, peneliti bioteknologi dari LIPI, pemanfaatan stem cell dalam pengobatan klinis ini sangat memungkinkan, karena teknologi stem cell mempunyai kemampuan untuk merubah menjadi berbagai jenis sel sehingga dapat berfungsi menggantikan sel yang rusak.
“Uji klinis kini sudah mulai dilakukan di beberapa negara untuk mengobati bermacam penyakit,” ujar Arief Budi Witarto dalam Diskusi Ilmiah “Perkembangan Bioteknologi Terkini”, hasil kerjasama Fakultas Biologi UGM dan Yayasan Biooteknologi Indonesia (YMBI), Sabtu (22/11) di ruang seminar Fakultas Biologi. Selain Witarto, juga hadir peneliti bioteknologi perikanan UGM, Dr Ir Murwantoko MSi.
Witarto menjelaskan, riset mengenai stem cell sudah dilakukan sejak tahun 1998 dan pada tahun 2005 dilaporkan keberhasilannya meng-klon sel embrio manusia. Di tahun 2007, dari hasil riset diketahui ilmuwan juga berhasil diciptakannya sel punca dari sel dewasa dengan penambahan faktor-faktor protein tertentu. Bahkan di Korea, lanjut witarto, sejak tahun 2005 telah dilakukan uji klinis terapi sel punca menggunakan sumber sel punca dewasa dari sumsum tulang belakang untuk pengobatan stroke dengan hasil begitu memuaskan.
“Uji klinis kini sudah mulai dilakukan di beberapa negara untuk mengobati bermacam penyakit,” ujar Arief Budi Witarto dalam Diskusi Ilmiah “Perkembangan Bioteknologi Terkini”, hasil kerjasama Fakultas Biologi UGM dan Yayasan Biooteknologi Indonesia (YMBI), Sabtu (22/11) di ruang seminar Fakultas Biologi. Selain Witarto, juga hadir peneliti bioteknologi perikanan UGM, Dr Ir Murwantoko MSi.
Witarto menjelaskan, riset mengenai stem cell sudah dilakukan sejak tahun 1998 dan pada tahun 2005 dilaporkan keberhasilannya meng-klon sel embrio manusia. Di tahun 2007, dari hasil riset diketahui ilmuwan juga berhasil diciptakannya sel punca dari sel dewasa dengan penambahan faktor-faktor protein tertentu. Bahkan di Korea, lanjut witarto, sejak tahun 2005 telah dilakukan uji klinis terapi sel punca menggunakan sumber sel punca dewasa dari sumsum tulang belakang untuk pengobatan stroke dengan hasil begitu memuaskan.
Langganan:
Postingan (Atom)